Pantai yang Ramah Untuk Anak

Assalamu’alaikum wr. wb.

Kali ini saya akan berbagi pengalaman tentang salah satu pantai yang ada di kabupaten Tasikmalaya, yaitu pantai Sindangkerta.

Mercusuar di pantai Sindangkerta

Pantai Sindangkerta berada di sebelah selatan Kabupaten Tasikmalaya, bersebelahan juga dengan pantai Cipatujah, dan Pamayang. Untuk menuju ke Pantai ini saya memulai perjalanan saya dari kampung Cikapinis sebenarnya ada 2 rute dari kampung saya ada lewat Cidadap (kita ceritakan dilain waktu) dan Cipatujah. Nah jika teman-teman dari Tasikmalaya cukup menuju arah Karang Nunggal -> sesampainya di pertigaan Simpang (ini nama daerah ya kawan) abil ke kiri Cipatujah -> sesampainya di pantai Cipatujah langsung ambil kiri ke Sindangkerta.

Nah jalan dari Simpang sampai Cipatujah relatif sudah bagus cuman ada sebagian jalan yang masih ada tambalan jalan yang tidak rata dan berlubang, jalan relatif berkelok2 untuk yang baru pertama kali lebih hati-hati karena rawan kecelakaan, nah kalau yang dari Cipatujah ke Sindangkerta lebih banyak jalan lurua tapi tetap hati-hati karena ada sebagian jalan yang berlubang.

Tiket masuk motor

Parkir motor

Untuk tiket masuknya sendiri tergolong wajar yaitu Rp. 10.000/motor dan untuk parkirnya sendiri Rp. 2.000/motor.

Kelebihan pantai Sindangkerta ialah kita bisa berenang di area pantai yang relatif aman karena sebelum sampai bibir pantai terdapat karang sehingga ombak yang sampai ke pantai sudah tidak kencang dan secara tidak langsung membentuk tempat seperti kolam untuk bermain air yang aman untuk anak-anak. Untuk kelengkapannya sendiri sudah termasuk lengkap jadi anda tidak perlu khawatir. Mulai dari penyewaan ban, toilet, tempat pembilas dan mushola ada semuanya (meskipun tidak gratis kecuali mushola).

Meskipun termasuk aman tetapi tetap awasi anak anak-anak karena di bagian barat apntai ini ada semacam jalur air laut yang katanya jika ada ombak yang besar dapat menarik orang yang ada disekitarnya tapi tenang ada pengawas yang akan selalu memberi peringatan saat ada hal yang bahaya contohnya saat akan terjadi pasang maka pengawas akan meminta pengunjung yang samapai di perbatasan karang dan laut untuk menepi ke pantai. Terdapat juga mercusuar di pantai ini ubtuk membantu pelayaran.

Seperti pepatah tak ada gading yang tak retak meski sudah bagus untuk pengelolaannya masih disayangkan kurangnya kesadaran pengunjung dan kurangnya tempat sampah di area pantai yang menyebabkan sampah berserakan baik dedaunan maupun sampah pelastik semoga ini menjadi koreksi kita semua untuk menjadi lebih baik. See you kawan.

Wassalamu’alaikum wr. wb. 

SI MEMAR

Assalamualaikum wr. Wb


Setelah kemarin berkenalan dengan motor saya si BULUK sekarang giliran berkenalan dengan motor yang sebagian dari jerih payah saya sendiri saya kasih nama si MEMAR. Nama MEMAR sendiri diambil dari warna motor yaitu MErah MARoon. Si MEMAR adalah motor dari pabrikan yamaha dengan tipe SOUL GT model awal.

Alasan saya memilih motor ini adalah karena tampangnya yang masculin di tahun itu, saya memilih matik karena agar bisa di pake orang rumah karena saat saya bekerja dan si BULUK di tinggal di rumah sama sekali tidak ada yang megang samapai dipenuhi sarang laba-laba. Nah ini juga saran dari orang tua agar uang dsri hasil kerja ada nyantolnya.hehehe

Motor di gandrung cilacap

Pada saat membeli sebenarnya ada 2 pilihan meskipun sama-sama SOUL GT tapi ada perbedaan stiker pada SOUL GT tipe pertama dan selanjutnya saya memilih yang awal karena lebih elegan tanpa banyak stiker dan dilengkapo emblem bertuliskan SOUL GT 3D nah untuk SOUL GT street sendri cocok untuk yang suka tampil ngejreng penuh stiker namun sayang ciri khas emblen 3D nya dihilangkan, tetapi untuk yang tipe street sudah dilengkapi dengan lock rem depan.

Untuk si MEMAR sendri kurang lebih sama dengan SOUL GT yang lain keluhan pertamanya yaitu ada getaran berlebih saat angkatan pertama, sock belakang yg tergolong agak keras. Untuk yang lainnya sih overall baik menurut saya.

Terima kasih.

Penampakan Buluk

Nah ini foto terbaru sibuluk karena di postingan kemaren belom bisa upload foto maka ini susulannya diambil di lereng gunung ungaran tepatnya di desa Sidomukti. 

Ini dalam rangka uji coba setelah lama tidak dipakai ke jalan menanjak ternyata masih kuat meski sesekali agak tersendat tapi tidak sampai motor mogok. Si buluk ini baru jalan lagi setelah sekitar 6bulanan tidak ada yang mengendarainya. Karena jika tidak sabar membawa si buluk ini dapat bikin kesal karena ada trik dan tipsnya sendiri agar tidak seperti di kerjain si buluk.wkwkwk